DIKLAT PEMBERDAYAAN PEMUDA BIDANG LITERASI DIGITAL PEMUDA

“Memperkaya Literasi Digital Sebagai Bekal Pemuda dalam Berkarya dan Berprestasi”

Tanggal : 28 s/d 30 Juli 2020
Pukul : 09.30 -13.00 WIB

Pembicara Kunci dan Pembukaan oleh:
Prof. Dr. Faisal Abdullah, S.H., M.Si., DFM
Deputi Pemberdayaan Pemuda, Kemenpora RI

Pembicara :

Hari ke 1 (Selasa, 28 Juli 2020)

  1. Prof. Dr. Faisal Abdullah, S.H., M.Si., DFM, Deputi Pemberdayaan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI)
  2. Aris Kurniawan, S.Sos, M.Comn, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI
  3. Dr. Novi Kurnia, M.Si, Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Gadjah Mada

Hari ke 2 (Rabu, 29 Juli 2020)

  1. Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional RI
  2. Drs. H. Akhmad Munir, Direktur Pemberitaan Perum LKBN Antara
  3. Dimas Aditya Nugraha, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, [Indonesiabaik.id]

Hari ke 3 (Kamis, 30 Juli 2020)

  1. Adrinal, SE, AK., M.Si, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB)
  2. Dedy Helsyanto, Masyarakat Anti Finah Indonesia (Mafindo)
  3. Fiona Suwana, Peneliti & Pengajar University of South Australia, Australia Awards Indonesia, Digital and Media Literacy QUT International

Syarat dan Ketentuan Peserta:

  • Usia 16-30 tahun
  • Fasilitas: Paket Internet (Hanya untuk 400 orang), Modul dan sertifikat elektronik

Fasilitas hanya diberikan kepada peserta yang mengikuti webinar dari awal hingga akhir pada hari pertama, kedua, dan ketiga dan untuk Biaya Pengganti kuota akan dikirimkan bagi 400 peserta yang mengikuti dari awal hingga akhir pada hari pertama, kedua, dan ketiga. Peserta WAJIB mengikuti ketiga acara untuk mendapatkan Hak memperoleh Fasilitas dengan ketentuan yang ada, Kehadiran dicatat oleh sistem Zoom dan daftar hadir secara daring

Daftar disini:
Hari Ke 1 (28 Juli 2020) : https://bit.ly/PPPON0728
Hari Ke 2 (29 Juli 2020) : https://bit.ly/PPPON0729
Hari Ke 3 (30 Juli 2020) : https://bit.ly/PPPON0730

Informasi lebih lanjut:
Email:uptpppon.kemenpora@gmail.com
IG: @pppon.kemenpora

Gratis Download Buku dari Universitas Nasional Australia ( Australia National University)

Dilansir langsung dari halaman website resmi Universitas Nasional Australia. Pada halaman tersebut bisa dilihat bahwa mereka menyediakan fasilitas download gratis untuk setiap buku yang dipajang di dalam website mereka. Bagi anda yang sedang mencari buku luar negri bisa mendownload secara gratis melalui halaman website resmi Universitas Nasional Australia. Link nya bisa dilihat dibawah ini.

https://press.anu.edu.au/publications/new-releases

Kepala PerPusNas lantik 35 Pejabat Fungsional

Dilansir langsung dari
www.perpusnas.go.id

Salemba, Jakarta–Di saksikan Deputi Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Ofy Sofiana, dan Inspektur, Darmadi, Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, melantik 35 pejabat fungsional naik jenjang, Kamis, (2/7). Pada kesempatan tersebut, mantan Sekretaris Utama Perpusnas, Sri Sumekar, turut dilantik menjadi Pustakawan Utama, yang sekaligus mengakhiri masa jabatan strukturalnya sebagai Sekretaris Utama.

Kepala Perpusnas mengisahkan bagaimana rivalitas Presiden Amerika Serikat, Thomas Jefferson, dan Wakil Presiden, John Adams, tidka menghalangi niat keduanya mendirikan Library of Congress yang terkenal hingga sekarang. Pun dengan para pustakawan agar tidak berpikir dan bekerja untuk dirinya sendiri. 

“Pustakawan bukan bekerja untuk dirinya sendiri, lalu mengumpulkan angka kredit, dan kemudian naik jabatan. Tetapi bagaimana mencerdaskan anak bangsa,” terang Kepala Perpusnas saat arahan saat pelantikan.

Kepala Perpusnas juga mengingatkan, momen Hari Jadi organisasi Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) pada 7 Juli nanti bukan sebagai momen kenangan, mengingat ketika deklarasi pertama dikumandangkan, melainkan apa yang bisa selanjutnya dipersembahkan dari para pustakawan.

“Pustakawan sejak dilahirkan tidak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai orang pintar melainkan sebagai pengelola ilmu pengetahuan. Literasi adalah pembatas yang jelas antara kehidupan purba ke modern. Dan yang membedakan diantara kedua masa tersebut adalah aktivitas membaca. Pustakawan harus bisa menggali semua informasi yang diperolehnya untuk kemudian dieksplorkan kepada masyarakat dengan menggunakan media-media yang ada,” ucap Syarif Bando.

Reportase : Hartoyo Darmawan