Perpustakaan Universitas Cenderawasih

BIBLIOMANIA

Spread the love

Bibliomania, Gangguan Psikologis yang Bikin Pengidapnya Gemar Menimbun Buku

Mengutip dari laman Medium, kasus pertama bibliomania yang pernah diamati terjadi pada tahun 1800an. Saat itu, Dr. Alois Pichler, pustakawan Perpustakaan Kekaisaran Rusia, diketahui memiliki lebih dari 450.000 buku tentang berbagai bidang ilmu, mulai dari pembuatan parfum hingga Teologi. Diyakini bahwa ia menderita gangguan psikologis yang membuatnya begitu terobsesi mengoleksi buku sebanyak mungkin.

Bahkan faktanya, sebagian masyarakat kelas atas Eropa dan Inggris tercatat pernah terjebak perilaku pengumpulan dan penimbunan buku-buku. Yup, hanya sebatas mengumpulkan saja tanpa menghasilkan manfaat berarti bagi si pemiliknya.

Kasus bibliomania lainnya yang terkenal yakni tentang “Bandit Buku” Stephen Blumberg. Blumberg adalah seorang pria dari Iowa yang mengumpulkan lebih dari 23.600 buku. Sayangnya, buku-buku yang ia kumpulkan bukan miliknya.

Buku-buku tersebut berasal dari 327 perpustakaan dan museum di 45 negara bagian, dua provinsi di Kanada, dan Distrik Columbia. Blumberg adalah seorang tunawisma dengan obsesi ganjil yang terus beraksi. Lebih anehnya lagi, ia tak pernah menjual buku-bukunya. Dan dia terus mengumpulkan lebih banyak lagi.

Stephen Blumberg dikenal sebagai bandit yang pandai menghindari penangkapan. Tapi di tahun 1990, Blumberg berhasil ditangkap. Seorang teman menyerahkannya ke Departemen Kehakiman demi hadiah $ 56.000 dari pemerintah. FBI harus menggunakan trailer traktor sepanjang 12 meter (40 kaki) untuk memindahkan tumpukan buku curian Blumberg yang beratnya mencapai. Secara keseluruhan, buku-buku yang Blumberg miliki bernilai $5,3 juta.

Para psikolog berpendapat bibliomania bukan termasuk penyakit mental, tapi merupakan salah satu bentuk Obsessive Compulsive Disorder (OCD) yang sering dikaitkan dengan trauma psikologis dan emosional sebagai penyebab utamanya. Obsesi tampaknya mulai muncul pada tahun-tahun awal tapi dapat berubah menjadi masalah ketika orang tersebut mencapai usia empat puluh dan lebih. Bibliomania sering dianggap sebagai mekanisme pertahanan yang dikembangkan penderita sebagai respons terhadap trauma atau pelecehan yang dialami di masa lalu.

Sumber: https://ilmupedia.co.id/articles/apa-itu-bibliomania/full

BIBLIOMANIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top