Perpustakaan Universitas Cenderawasih

SEJARAH

Spread the love

SEJARAH SINGKAT

 

UPT Perpustakaan Universitas Cenderawasih (Uncen) didirikan bersamaan dengan berdirinya Universitas Cenderawasih (Uncen) pada tanggal, 10 November 1962, di Kota Baru (sekarang Abepura) berdasarkan Keputusan Presiden RI No.389, tanggal 31 Desember 1962 dan Keputusan bersama WAMPA/Kordinator Urusan Irian Barat (sekarang Papua), dan Menteri PTIP. No.140 / PTIP/ 1962 tanggal 10 November 1962, bertepatan dengan Hari Pahlawan yang ke-17. Saat itu Irian Barat secara Administrasi masih dibawah
Pemerintahan United Nations For Temporary Authority (UNTEA). UNTEA

dibentuk oleh dan dibawah yuridiksi Sekertaris Jenderal Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB), yang secara administrasi Papua atau Irian Barat pada masa itu belum secara resmi kembali ke Negara Republik Indonesia dan pada tanggal 1 Mei 1963 Papua atau Irian Barat secara resmi diserahkan ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan demikian Uncen merupakan satu-satunya lembaga Pemerintahan RI yang pertama berdiri di Irian Barat (Papua), di samping perwakilan RI.

Universitas Cenderawasih (Uncen), termasuk perpustakaannya, kemudian mendapat julukan sebagai Universitas Perjuangan dengan misi utama mengentaskan masyarakat Irian Jaya dari belenggu kebodohan, keterbelakangan, dan keterisolasian. Untuk maksud tersebut, Perpustakaan Uncen menerima bantuan buku-buku pembelajaran dan pengetahuan sebagai koleksi awal dari berbagai lembaga internasional, seperti Ford Poundation, Asia Foundation, dan sebagainya.
Awal berdirinya UPT Perpustakaan menempati satu ruangan kecil di kampus lama Abepura yang berada di Jalan Prof. Soegardha Purbakawatja dengan luas bangunan 603 m2, dengan kapasitas untuk melayani 95 orang mahasiswa, 16 orang tenaga pengajar (dosen) dan 7 orang pegawai. Jumlah koleksi (buku) yang dimiliki perpustakaan sebanyak 900 eksemplar yang berasal dari sumbangan-sumbangan berbagai lembaga sebagaimana disebut sebelumnya. Sejalan dengan sejarah perkembangan lembaga induknya, pada awalnya UPT Perpustakaan hanya melayani 2 (dua) fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Hukum, Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FHKK). Dalam perkembangannya jumlah dan nama fakultas itu berubah dan bertambah.
Pada awal pendiriannya UPT Perpustakaan Uncen merupakan Sub Unit dari Tata Usaha UNCEN, namun seiring dengan perkembangan lembaga induknya perpustakaan menjadi unit yang berdiri sendiri, berupa Perpustakaan Pusat Uncen yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor. Pembinaan sehari-hari atas unit perpustakaan dilakukan oleh Pembantu Rektor I (PR I) sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan Nomor 2160/O/1983 tanggal 5 Maret 1983, tentang Organisasi dan Tata Kerja Universits Cenderawasih. Status Perpustakaan Pusat kemudian berubah menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan.
Pada keputusan itu, juga telah ditetapkan tugas dan fungsi perpustakaan dengan susunan organisasi yang terdiri dari :

1. Kepala
2. Petugas Tata Usaha
3. Kelompok Pustakawan

Seiring perkembangan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Uncen, pada tahun 2018 telah diusulkan perubahan struktur organisasi di UPT Perpustakaan Uncen dan telah disetujui oleh Pembantu Rektor I Universitas Cenderawasih yang terdiri dari:

1. Kepala UPT Perpustakaan,
2. Kasubag Tata Usaha,
3. Koordinator Layanan Teknis,
4. Koordinator Layanan Pemustaka,
5. Koordinator Layanan TIK,

6. Kelompok Pustakawan.

Sejalan dengan berjalannya waktu maka Uncen semakin berkembang pula baik dalam aspek kelembagaan dan program maupun dalam aspek peningkatan jumlah sivitas akademika. Akibatnya sarana dan prasarana fisik seperti gedung perkantoran, ruang perkuliahan, ruang laboratorium dan ruang/gedung perpustakaan yang ada di Kampus Abepura tidak lagi mampu untuk menampung semua kegiatan administratif dan akademik yang semakin meningkat. Maka dengan bantuan dana dari Bank Pembangunan Asia (ADB) dibangunlah gedung-gedung yang baru dikampus baru Waena, termasuk gedung baru untuk UPT Perpustakaan UNCEN.
Terhitung mulai minggu kedua Januari 2002, koleksi dan perabot serta peralatan perpustakaan dipindahkan ke gedung baru di Kampus Waena. Pemindahan ini dilaksanakan secara tergesa-gesa karena adanya informasi dari pihak Jurusan Ilmu Administrasi FISIP yang menyatakan bahwa bekas gedung UPT Perpustakaan telah disetujui Rektor untuk direhab total guna dipakai sebagai ruang kuliah Program Magister Manajemen Administrasi Publik pada bulan Juli 2002. Akibatnya, seluruh koleksi/perabot/peralatan harus dipindahkan segera, dan hal tersebut berbeda dengan rencana semula yang mengandaikan akan ditinggalkannya sebagian koleksi/perabot/peralatan untuk Unit Perpustakaan FKIP.
Saat ini sudah lebih dari 20 (dua puluh) tahun UPT Perpustakaan Uncen melaksanakan tugas dan fungsinya digedung kampus baru Waena yang kini melayani sembilan fakulatas, satu Program pascasarjana dengan ± 21.000 orang mahasiswa, 648 orang dosen / staf pengajar dan 326 orang staf / pegawai administrasi yang ada di Uncen.
Sejak tahun 1989 sudah mengembangakan layanan berbasis teknologi dengan aplikasi CDI/IsiS, yang selanjutnya berkembang dengan aplikasi SIPISIS terus ke SIPISIS/Pro yang dikembangkan oleh teman-teman dari IPB. Sejak tahun 2019 beralih ke Inlislite, dan dalam pengelolaan repositorynya menggunakan Eprint,yang awalnya tahun 2002 menggunakan Ganesa Digital Library (GDL) serta untuk layanan ebooknya bisa diakses melalui aplikasi e-libarary Universitas Cenderawasih yang bisa didownload lewat HP android. Untuk Promosi, kami juga mengembangkan web (lib.uncen.ac.id) serta media social perpustakaan seperti facebook (Perpustakaan Universitas Cenderawasih),instagram (uncenlibrary),tweeter (PerpustUncen) dan akun youtube (perpustakaanuncen).

Scroll to top