Sejarah

Perpustakaan Universitas Cenderawasih (UNCEN) didirikan bersamaan dengan berdirinya Universitas Cenderawasih (UNCEN), pada tanggal 10 November 1962, bertepatan dengan Hari Pahlawan yang ke-17. Pada waktu itu UNCEN merupakan satu-satunya lembaga milik Pemerintah Republik Indonesia yang berada di Irian Jaya (Papua) setelah daerah ini kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. UNCEN, termasuk perpustakaannya, kemudian mendapat julukan sebagai Universitas Perjuangan dengan misi utama mengentaskan masyarakat Irian Jaya dari belenggu kebodohan, keterbelakangan, dan keterisolasian. Untuk maksud tersebut, Perpustakaan UNCEN menerima bantuan buku-buku pembelajaran dan pengetahuan sebagai koleksi awal dari berbagai lembaga internasional, seperti Ford Poundation, Asia Foundation, dan sebagainya.

Pada awalnya perpustakaan menempati satu ruangan kecil dengan kapasitas untuk melayani 95 orang mahasiswa, 16 orang tenaga pengajar (dosen) dan 7 orang pegawai. Jumlah koleksi (buku) yang dimiliki perpustakaan sebanyak 900 eksemplar yang berasal dari sumbangan-sumbangan berbagai lembaga sebagaimana disebut sebelumnya. Sejalan dengan sejarah perkembangan lembaga induknya, pada awalnya perpustakaan hanya melayani 2 (dua) fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Hukum, Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FHKK). Dalam perkembangannya jumlah dan nama fakultas itu berubah-ubah, dan dewasa ini Perpustakaan UNCEN melayani 9 fakultas dan satu Program Pascasarjana.

Pada awal pendiriannya Perpustakaan UNCEN merupakan Sub Unit dari Tata Usaha UNCEN, namun seiring dengan perkembangan lembaga induknya perpustakaan menjadi unit yang berdiri sendiri, berupa Perpustakaan Pusat UNCEN yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor. Pembinaan sehari-hari atas unit perpustakaan dilakukan oleh Pembantu Rektor I (PR I) sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan Nomor 2160/O/1983 tanggal 5 Maret 1983, tentang Organisasi dan Tata Kerja Universits Cenderawasih. Status Perpustakaan Pusat kemudian berubah menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan.